INDUSTRIKRISNA https://jurnalteknik.unkris.ac.id/index.php/inkris <p>Jurnal industrikrisna jurnal ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Teknik Industri, Universitas Krisnadwipayana. <strong>Jurnal Industrikrisna Terakreditasi SINTA 6 </strong>berdasarkan SK Akreditasi Nomor 10/C/C3/DT.05.00/2025 tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode 1 Tahun 2025. Jurnal ini berfokus pada publikasi hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang Teknik Industri. </p> <p>Dengan komitmen tinggi terhadap kualitas akademik, Industrikrisna menjadi wadah bagi akademisi, praktisi, serta mahasiswa untuk berbagi gagasan dan temuan terbaru yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu Teknik Industri. Sebagai jurnal yang terus berkembang, Industikrisna berupaya menjaga standar akademik yang ketat dan memastikan setiap artikel yang diterbitkan memiliki nilai ilmiah yang tinggi serta relevan dengan perkembangan industri saat ini.</p> id-ID [email protected] (Ainul Rizqi, S.T) [email protected] (Muhammad Lukman Hakim) Sun, 08 Mar 2026 00:00:00 +0800 OJS 3.3.0.12 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 ANALISIS KAPASITAS PRODUKSI DENGAN METODE ROUGH CUT CAPACITY PLANNING PADA SEWING PT WXD LISHENG TON https://jurnalteknik.unkris.ac.id/index.php/inkris/article/view/799 <p>PT WXD Lisheng Ton merupakan perusahaan tekstil yang memproduksi tas kantor berdasarkan pesanan pelanggan. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah jadwal induk produksi yang belum disusun berdasarkan kondisi aktual kapasitas produksi, sehingga target pesanan sering tidak tercapai. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP) sebagai dasar evaluasi kesesuaian antara kapasitas tersedia dan kapasitas yang dibutuhkan pada bagian sewing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan kapasitas produksi yang optimal guna memenuhi permintaan pelanggan dengan biaya minimum. Metode yang digunakan adalah Rough Cut Capacity Planning (RCCP) dengan membandingkan kapasitas tersedia dan kapasitas yang dibutuhkan pada setiap periode produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode Mei–Oktober 2025, PT WXD Lisheng Ton belum mampu memenuhi seluruh permintaan pelanggan akibat keterbatasan kapasitas pada beberapa stasiun kerja. Untuk mengatasi kekurangan kapasitas tersebut, perusahaan memiliki dua alternatif, yaitu penambahan tenaga kerja dan penambahan jam kerja lembur. Penambahan tenaga kerja memerlukan biaya sebesar Rp2.675.000 per bulan untuk setiap tenaga kerja tambahan, sedangkan penambahan jam kerja lembur memerlukan biaya sebesar Rp30.000 per jam. Hasil analisis ini memberikan dasar bagi perusahaan dalam memilih alternatif perencanaan kapasitas yang paling efisien secara biaya.</p> widya anggraeni, Muhammad Choiru Zulfa, Sisno Riyoko Hak Cipta (c) 2026 widya anggraeni https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnalteknik.unkris.ac.id/index.php/inkris/article/view/799 Sun, 08 Mar 2026 00:00:00 +0800 pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole menggunakan metode six sigma dan failure mode and effect analysis (fmea) https://jurnalteknik.unkris.ac.id/index.php/inkris/article/view/801 <p>Penelitian ini membahas pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi <em>outsole</em> di PT Hwaseung Indonesia. Masalah utama yang dihadapi adalah masih tingginya tingkat kecacatan produk berupa <em>poor trimming, over cement, dirty,</em> dan <em>yellowing</em> yang berdampak pada efisiensi produksi dan kualitas produk. Metode yang digunakan adalah <em>Six Sigma</em> dengan pendekatan DMAIC <em>(Define, Measure, Analyze, Improve, Control)</em> serta analisis risiko menggunakan <em>Failure Mode and Effect Analysis</em> (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai level <em>sigma</em> untuk jenis cacat <em>poor trimming</em> sebesar 6,83, <em>yellowing</em> sebesar 6,86, <em>over cement</em> sebesar 6,85, dan <em>dirty</em> sebesar 6,88, yang seluruhnya termasuk kategori <em>green belt</em>. Melalui analisis FMEA, penyebab dominan dari kecacatan antara lain operator kurang terampil, penggunaan alat yang tumpul, aplikasi lem yang tidak terkontrol, lingkungan kerja yang kotor, serta paparan sinar UV. Usulan perbaikan yang direkomendasikan meliputi pelatihan operator, pengasahan alat secara terjadwal, penggunaan alat takaran lem otomatis, penerapan 5S di lingkungan kerja, serta penggunaan bahan baku tahan UV. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan <em>Six Sigma</em> yang dipadukan dengan FMEA efektif dalam mengidentifikasi akar masalah, mengurangi pemborosan, serta meningkatkan kualitas produk <em>outsole</em> sehingga mampu mendukung daya saing perusahaan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Six Sigma</em>, FMEA, <em>Outsole</em>, Kualitas, Pemborosan</p> damayanti fitrian, Noor Nailie Azzat, Dwi Retna Sulistyawati Hak Cipta (c) 2026 damayanti fitrian, Noor Nailie Azzat, Dwi Retna Sulistyawati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnalteknik.unkris.ac.id/index.php/inkris/article/view/801 Mon, 09 Mar 2026 00:00:00 +0800 ANALISI BEBAN KERJA MENGGUNAKAN METODE DRAWS DAN CVL di PT TJB POWER SERVICES https://jurnalteknik.unkris.ac.id/index.php/inkris/article/view/787 <p>Perkembangan industri ketenagalistrikan menuntut perusahaan untuk menjaga kinerja operasional yang optimal, salah satunya melalui pengelolaan beban kerja sumber daya manusia. Helper teknisi sebagai garda terdepan dalam kegiatan perawatan peralatan pembangkit memiliki risiko beban kerja fisik dan mental yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat beban kerja fisik dan mental pada helper teknisi mekanik dan kontrol instrumen di PT TJB Power Services PLTU Tanjung Jati B Unit 1–2 Jepara.</p> <p>Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cardiovascular Load (CVL) untuk mengukur beban kerja fisik dan Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) untuk mengukur beban kerja mental. Data diperoleh melalui pengukuran denyut jantung, observasi lapangan, wawancara, serta pengisian kuesioner DRAWS oleh responden.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar helper memiliki beban kerja fisik pada kategori ringan hingga sedang, dengan nilai CVL rata-rata di bawah 30%. Namun demikian, hasil pengukuran beban kerja mental menunjukkan bahwa mayoritas helper mengalami beban kerja mental tinggi (overload) dengan nilai DRAWS di atas 70%. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun tuntutan fisik relatif rendah, tekanan mental tetap tinggi akibat kompleksitas pekerjaan dan tanggung jawab yang besar.</p> <p>Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam merancang pengelolaan beban kerja yang lebih seimbang guna meningkatkan kinerja, keselamatan, dan kesejahteraan pekerja.</p> Surahman, Dwi Retna Sulistyawati, Muhammad Choiru Zulfa Hak Cipta (c) 2026 Surahman, Dwi Retna Sulistyawati, Muhammad Choiru Zulfa https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnalteknik.unkris.ac.id/index.php/inkris/article/view/787 Mon, 09 Mar 2026 00:00:00 +0800 Analisis dan Optimasi Sistem Antrean Pelanggan pada Cafe Kopinan 24 Jepara Menggunakan Model M/M/1 dan M/M/2 https://jurnalteknik.unkris.ac.id/index.php/inkris/article/view/754 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimalkan sistem antrean pelanggan pada Cafe Kopinan 24 Jepara menggunakan model antrean M/M/1 dan M/M/2. Data kedatangan dan pelayanan dikumpulkan pada jam sibuk pukul 20.00–23.00. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak POM-QM for Windows dan simulasi ProModel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem antrean M/M/1 memiliki tingkat utilisasi tinggi sehingga menyebabkan antrean panjang dan waktu tunggu yang lama. Usulan penambahan satu server pada jam sibuk (model M/M/2) terbukti mampu menurunkan panjang antrean dan waktu tunggu pelanggan secara signifikan. Dengan demikian, penerapan model M/M/2 dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan pada Cafe Kopinan 24 Jepara.</p> AHMAT THOLIQUL QILMI, Dwi Retna Sulistyawati, Gunawan Mohammad Hak Cipta (c) 2026 AHMAT THOLIQUL QILMI, Dwi Retna Sulistyawati, Gunawan Mohammad3 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnalteknik.unkris.ac.id/index.php/inkris/article/view/754 Tue, 10 Mar 2026 00:00:00 +0800 Pemilihan supplier kayu kayu pada cv integritas mulia bersama untuk menentukan prioritas supplier kayu bagi perusahaan dengan menggunakan metode analytic network process(ANP) https://jurnalteknik.unkris.ac.id/index.php/inkris/article/view/811 <p><span class="s15"><span class="bumpedFont15">This</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">research</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">is</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">motivated</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">by</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">the</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">problem</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">faced</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">by</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">CV</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">Integritas</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">Mulia</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">Bersama,</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">which</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">failed</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">to</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">achieve</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">production</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">targets</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">due</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">to</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">late</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">deliveries</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">from</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">several</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">suppliers.</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">The</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">company</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">wanted</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">to</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">determine</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">which</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">criteria</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">were</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">prioritized</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">in</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">supplier</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">selection.</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">Decision-making</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">is</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">crucial</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">for</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">any</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">company,</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">as</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">determining</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">priorities</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">is</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">crucial</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">for</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">improving</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">the</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">quality</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">and</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">product</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">quality</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">of</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">a</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">company.</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">One</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">example</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">is</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">improving</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">wood</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">quality,</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">price,</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">supplier</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">service,</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">and</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">chair</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">delivery.</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">The</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">Analytic</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">Network</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">Process</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">(ANP)</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">method</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">is</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">a</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">crucial</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">factor</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">in</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">decision-making,</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">enabling</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">the</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">company</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">to</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">systematically</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">identify</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">dependencies</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">and</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">provide</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">feedback.</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">Data</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">collection</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">in</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">this</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">study</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">involved</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">interviews</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">and</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">questionnaires</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">directed</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">at</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">the</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">production</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">manager,</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">production</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">head,</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">and</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">production</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">supervisor.</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">The</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">ANP</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">calculation</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">in</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">this</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">study</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">used</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">Super</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">Decisions</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">data</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">processing</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">software,</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">which</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">uses</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">the</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">ANP</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">method.</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">The</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">supplier</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">priority</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">ranking</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">was</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">determined</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">by</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">Company</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">B</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">with</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">a</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">weight</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">of</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">0.60082,</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">Company</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">C</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">with</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">a</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">weight</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">of</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">0.45246,</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">and</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">Company</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">A</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">with</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">a</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">weight</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">of</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">0.41737.</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">From</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">these</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">results,</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">it</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">can</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">be</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">concluded</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">that</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">the</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">priority</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">order</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">for</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">selecting</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">the</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">best</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">supplier</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">based</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">on</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">wood</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">quality,</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">price,</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">supplier</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">service,</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">and</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">chair</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont15">delivery</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">is</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">Company</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">B,</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">as</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">it</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">has</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">the</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">most</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">ideal</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont15">value.</span></span></p> Dodi Saktyo Arzaqi; Febri Nugroho Mujiraharjo, Noor Nailie Azzat Hak Cipta (c) 2026 Dodi Saktyo Arzaqi; Febri Nugroho Mujiraharjo, Noor Nailie Azzat https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnalteknik.unkris.ac.id/index.php/inkris/article/view/811 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0800 PENURUNAN RISIKO OPERASIONAL PENGADAAN BARANG/JASA DI KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DENGAN METODE HOUSE OF RISK https://jurnalteknik.unkris.ac.id/index.php/inkris/article/view/816 <p>This study aims to examine and mitigate operational risks in the procurement of goods and services at <br>the Ministry of Industry. The research was carried out at the Procurement Unit of the Ministry of <br>Industry in Jakarta, with data collected through interviews, observations. The applied method is the <br>House of Risk (HOR), which consists of two stages: HOR 1 to identify risks and determine priority risk <br>agents based on the Aggregate Risk Priority (ARP) value, and HOR 2 to formulate mitigation strategies <br>by considering the effectiveness-to-difficulty ratio (ETD). The findings reveal 20 categories of goods <br>and 17 categories of services with a total procurement value of IDR 2.37 billion, while estimated losses <br>due to operational risks amounted to IDR 48 million, or approximately 2% of the total value. The <br>implementation of the HOR method successfully reduced the number of risk incidents from 23 to 10 <br>cases and decreased the loss value by IDR 216.4 million, equivalent to 56.5%. Thus, it can be concluded <br>that the House of Risk method is effective in supporting the development of more reliable, efficient, and <br>low-risk procurement strategies, while also enhancing operational risk management within the Ministry <br>of Industry.</p> gealovey azzahra, Vera Nova Lumban Raja, Tini Juartini Hak Cipta (c) 2026 gealovey azzahra, Vera Nova Lumban Raja, Tini Juartini https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnalteknik.unkris.ac.id/index.php/inkris/article/view/816 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0800 PERANCANGAN SISTEM KERJA REPLENISHMENT HPL YANG ERGONOMIS DI WAREHOUSE PT XYZ https://jurnalteknik.unkris.ac.id/index.php/inkris/article/view/817 <p>The condition of the work system that is less ergonomic can cause a non-ideal posture, so that <br>workers get tired easily because there are several parts of the body that receive static loads <br>continuously, therefore the existing work system needs to be improved. The purpose of this study <br>is to determine the impact of worker complaints, determine posture while working, and design an <br>ergonomic work system that can provide convenience to operators when doing their work. This <br>research method uses Nordic Body Map (NBM) to analyze worker complaints, Rapid Entire Body <br>Assessment (REBA) and Ovako Working Analysis System (OWAS) to measure body posture, and <br>anthropometric data to determine the dimensions of the trolly replenishment design. Data was <br>obtained from the collection of data on worker complaints before design, posture before design, <br>anthropometric data, and cycle time data. By designing a new work system based on three main <br>aspects, namely layout, movement, and work aids, significant changes were made to complaints, <br>work posture, and operator cycle time. Among them are the 5 biggest complaints of workers before <br>the design, namely the waist (23), back (22), left shoulder (18), right shoulder (19), and right upper <br>arm (18), after the design of the 5 complaints decreased significantly to waist (9), back (8), left <br>shoulder (9), right shoulder (9), and right upper arm (9). Then the REBA score before the design, <br>which is (9), is included in the high risk, after the design is analyzed with OWAS into category (1), <br>meaning that there is no musculoskeletal system problem in this attitude. And the cycle time that <br>originally took 43.4 minutes to work on 1 HPL crate, became 37.0 minutes.</p> Syafrudiansyah Ichwal, Florida Butarbutar, Syarif Hadiwijaya Hak Cipta (c) 2026 Syafrudiansyah Ichwal, Florida Butarbutar, Syarif Hadiwijaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnalteknik.unkris.ac.id/index.php/inkris/article/view/817 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0800 ANALISIS EFEKTIVITAS PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DI PT ADVANCE DIGITAL https://jurnalteknik.unkris.ac.id/index.php/inkris/article/view/828 <p><em>Penelitian ini menganalisis efektivitas produksi menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada PT Advance Digital, perusahaan manufaktur elektronik di Indonesia yang memproduksi kipas angin. Sebagai perusahaan yang baru beroperasi sejak tahun 2025, ditemukan permasalahan efisiensi produksi khususnya pada mesin injeksi molding, seperti keterlambatan produksi, kerusakan mesin, dan produk cacat. Orisinalitas penelitian ini terletak pada penerapan metode OEE yang dikombinasikan dengan analisis six big losses dalam mengevaluasi kinerja mesin pada perusahaan manufaktur yang masih dalam tahap awal operasional. Tujuan penelitian ini adalah mengukur efektivitas mesin injeksi molding, mengidentifikasi faktor dominan yang mempengaruhi kinerja mesin, serta memberikan usulan perbaikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan perhitungan nilai OEE dan analisis komponen six big losses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin MI-4 dan MI-5 memiliki nilai OEE di bawah standar JIPM sebesar 85%. Faktor paling dominan yang mempengaruhi efektivitas adalah breakdown losses dengan persentase sebesar 33% pada mesin MI-4 dan 32% pada mesin MI-5. Hal ini menunjukkan bahwa downtime mesin menjadi penyebab utama ketidakefisienan produksi. Oleh karena itu, usulan perbaikan meliputi penjadwalan pemeliharaan rutin harian dan bulanan, pembersihan mesin oleh operator, serta pemeriksaan komponen mesin secara berkala. Penelitian ini memberikan implikasi praktis dalam meningkatkan kinerja mesin dan mengurangi kerugian produksi pada industri manufaktur. </em></p> Muhammad Hasib Hilmi, Noor Nailie Azzat, Sisno Riyoko Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Hasib Hilmi, Noor Nailie Azzat, Sisno Riyoko https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnalteknik.unkris.ac.id/index.php/inkris/article/view/828 Sun, 08 Mar 2026 00:00:00 +0800